Namun begitu, rasa lega itu tidak lantas menghapus tuntutannya. Perkara ini belum benar-benar selesai di matanya. Sang nenek bersikukuh agar segala kerusakan yang dialaminya diperbaiki. Rumahnya yang luluh lantak harus dibangun kembali. Tak hanya itu, semua barang berharga dan dokumen penting yang hilang wajib dikembalikan.
"Minta dikembalikan, seperti asal lah," tuturnya dengan nada tegas. "Surat-surat. Surat tanah, Sertifikat, kendaraan. Kendaraan-kendaraan, lemari."
Suaranya terdengar lirih namun penuh keyakinan saat mengungkap harapan untuk bisa kembali tinggal di rumah yang telah ia huni belasan tahun itu. "Dibangun kembali sudah, seperti semula. Wong kita tidak punya salah kok dihancurkan," kata Elina.
Kini, bola ada di pengadilan. Penangkapan pelaku adalah langkah awal, tetapi pemulihan hak Elina seutuhnya masih menjadi jalan panjang yang harus ditapaki.
Artikel Terkait
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA