Yang menarik, serangan ini terjadi di saat yang runyam: tepat ketika negosiasi perdamaian untuk perang Ukraina sedang berlangsung. Lavrov menegaskan Rusia tidak akan mundur dari meja perundingan. Tapi, posisi Moskow tak bisa lagi sama.
"Mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan dipertimbangkan kembali,"
begitu pernyataan Lavrov. Dia tidak memberikan penjelasan lebih rinci atau bukti pendukung atas tuduhan tersebut. Pernyataannya itu meninggalkan tanda tanya besar tentang nasib proses perdamaian ke depan.
Artikel Terkait
Pemprov Kepri Bantah Isu Penghentian Total Ferry Malaysia-Tanjungpinang
UU HKPD Ancam TPP Ribuan ASN di Bangka Barat
Bangka Belitung Terapkan WFH untuk ASN, Layanan Publik Tetap Berjalan
Wisatawan Tewas Hanyut di Air Terjun Tibu Ijo Lombok Barat