Di sisi lain, peran sekolah juga dinilai perlu diperkuat. Bukan cuma pendidikan karakter, tapi juga pembekalan kesehatan mental dan literasi digital yang mesti jadi bagian dari kurikulum.
"Sementara pemerintah harus memperketat pengawasan dan klasifikasi konten ramah anak," tuturnya.
Edukasi parenting digital perlu diperluas. Intinya, ekosistem pendidikan dan media harus benar-benar mendukung tumbuh kembang anak, bukan cuma mengejar teknologi dan hiburan belaka.
Sebelumnya, polisi telah mengungkap motif pelaku. Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa AI terobsesi pada game "Murder Mystery" dan serial anime DC.
"Bagaimana obsesi si korban dalam hal melakukan tindak pidananya? Adik (AI) melihat game Murder Mystery pada season Kills Others menggunakan pisau. Makanya korban pada saat itu menggunakan pisau di dalam melakukan tindak pidananya," kata Simanjuntak dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).
Dia menambahkan, AI juga menonton adegan pembunuhan menggunakan pisau di serial anime tersebut. Dua hal itulah yang diduga menjadi pemicu.
Artikel Terkait
Dedi Kusnandar Dua Kali Tolak Tawaran Persib di Awal Karier
Longsor Ganggu Lintas Kereta Bandung, KAI Perkirakan Normal dalam 5 Jam
Wakil Ketua DPRD DKI Desak Pemprov Atasi Darurat Sampah Pascajebolnya Tembok Kramat Jati
Pentagon Gandeng Boeing dan Lockheed Martin untuk Tiga Kali Lipat Produksi Sensor Rudal Patriot