Ibu Rumah Tangga di Serang Tewas dengan Tiga Luka Tusuk, Keluarga Tak Ada di Rumah

- Selasa, 30 Desember 2025 | 12:45 WIB
Ibu Rumah Tangga di Serang Tewas dengan Tiga Luka Tusuk, Keluarga Tak Ada di Rumah

Seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun ditemukan tewas di kamarnya, di sebuah desa di Kabupaten Serang. Keadaan jenazahnya sungguh memilukan: terbungkus selimut dan sudah bersimbah darah.

Menurut Kapolsek Waringinkurung, Iptu Hari Purwanto, warga setempatlah yang pertama kali menemukan korban pada Senin sore lalu, sekitar pukul empat. Mereka langsung membawanya ke rumah sakit, meski nyawanya sudah tak tertolong.

“Korban sudah dibungkus, darah ada di kain. Saat kain dibuka, darah ternyata berasal dari luka tusuk,”

kata Hari saat berbincang dengan awak media, Selasa (30/12/2025).

Dari hasil autopsi, terungkap ada tiga luka tusuk di tubuh korban. “Yang kami ketahui ada luka di perut dan badan. Informasi hasil autopsi terdapat tiga luka tusuk,” jelasnya lebih lanjut.

Korban yang berinisial FH ini diketahui tinggal bersama suami dan ketiga anaknya. Anak tertua berumur 21 tahun, disusul anak kedua 18 tahun, dan si bungsu yang masih balita, 5 tahun.

Nah, yang menarik, saat peristiwa nahas itu terjadi, tak satu pun anggota keluarga ada di rumah. Si bungsu sedang asyik bermain di luar, sementara sang suami yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan juga sedang tidak berada di lokasi.

Polisi sudah bergerak cepat. Mereka memeriksa TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Sampai sejauh ini, tidak ada laporan soal barang berharga milik korban yang hilang. Ini yang bikin polisi berpikir ulang.

“Sampai saat ini tidak ada laporan barang yang hilang. Kemungkinan pembunuhan, cuma motifnya masih kami dalami,”

tutur Hari, mengisyaratkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap duduk perkaranya. Kasus ini masih penuh tanda tanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar