Polri kembali menunjukkan taringnya di panggung global. Ternyata, saat ini Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia sebagai penyumbang pasukan polisi untuk misi pemelihara perdamaian PBB. Posisi itu bukan capaian sembarangan, lho. Ini menegaskan komitmen kita yang tak main-main dalam upaya menciptakan ketertiban dunia.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Astamaops Kapolri, Komjen Fadil Imran, dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, Selasa lalu.
"Saat ini Polri berada di peringkat ke-5 dunia sebagai kontributor pasukan perdamaian PBB,"
Katanya begitu. Tapi ambisi Polri ternyata tak berhenti di situ. Mereka sedang mengincar peran yang lebih besar lagi.
Menurut Fadil, Indonesia saat ini aktif menjajaki kemungkinan ikut serta dalam International Stabilization Force (ISF) untuk misi di Gaza. Semuanya tentu melalui proses diplomasi dan negosiasi yang alot di tingkat internasional.
"Kami bahkan tengah menjajaki keterlibatan dalam International Stabilization Force untuk misi perdamaian di Gaza dan mendukung kapasitas kepolisian Palestina. Ini membuktikan bahwa profesionalisme Polri sudah diakui standar internasional,"
Pengakuan internasional itu, rupanya, dibarengi dengan upaya nyata meningkatkan kualitas SDM. Untuk menghadapi tantangan kejahatan yang makin canggih dan modern, Polri tak segan mengirim personelnya belajar ke luar negeri.
Fadil menyebutkan, sekitar 1.100 personel telah menjalani pelatihan di negara lain. Selain itu, ada 45 perjanjian kerja sama internasional yang masih aktif. Semua ini memperkokoh jaringan dan posisi tawar Polri dalam menghadapi kejahatan lintas batas.
Jadi, dari Gaza hingga pelatihan di luar negeri, langkah Polri kian global. Mereka tak cuma menjaga kamtibmas dalam negeri, tapi juga ikut menuliskan nama Indonesia di peta perdamaian dunia.
Artikel Terkait
RSUD Larantuka Terapkan Aturan Baru Jam Besuk Dua Sesi Sehari
Tren Penghapusan Hukuman Mati Menguat di Asia Tenggara, Singapura Jadi Pengecualian
ACC Gelar Pameran Mobil dan Tawaran Kredit di Jogja, Sertakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Pria Hindu Perkenalkan Diri sebagai Mohammad Deepak untuk Lindungi Pemilik Toko Muslim dari Intimidasi