Pagi tadi, di perairan tenang dekat Dermaga Pink Labuan Bajo, sebuah kapal pinisi bernama Dewi Anjani ditemukan dalam kondisi tenggelam. Kejadian ini berlangsung tak jauh dari kawasan marina yang biasanya ramai dengan kapal wisata. Penyebabnya? Sungguh di luar dugaan.
Menurut keterangan yang beredar, semua anak buah kapal ternyata ketiduran. Akibatnya, tak ada seorang pun yang bertugas memompa air yang masuk ke lambung kapal.
Stephanus Risdiyanto, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, membenarkan informasi awal tersebut.
"Info sementara tidak pompa air got. Semua ABK ketiduran," ujarnya.
Hingga sore hari, kapal itu masih teronggok di tempatnya. Belum ada upaya evakuasi. Beberapa kapal lain terlihat berlabuh di sekitarnya, seolah menjadi saksi bisu insiden yang sebenarnya bisa dicegah ini.
Lalu, kenapa belum diangkat? Rupanya, perhatian utama otoritas setempat sedang tertuju ke lokasi lain yang lebih mendesak.
Unsur maritim di Labuan Bajo saat ini fokus pada pencarian korban kapal tenggelam di selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo. Korban yang hilang disebutkan berasal dari satu keluarga warga Spanyol. Operasi pencarian itu dipimpin langsung oleh Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko.
Sejak siang, pimpinan KSOP dan sejumlah pejabat maritim lainnya telah berada di Pulau Padar untuk mendampingi dan mengawal proses pencarian. Situasi ini membuat penanganan kapal Dewi Anjani harus tertunda sementara waktu.
Artikel Terkait
PB ESI Buka Seleksi Nasional Atlet Esports untuk Asian Games 2026
LPDP Panggil Alumni Diduga Langgar Kewajiban Kontribusi Usai Studi
Anggota DPR dan Muhammadiyah Salurkan Bantuan Modal dan Peralatan untuk 5 UMKM Surabaya
Pemerintah Tegaskan Sertifikasi Halal Tetap Wajib untuk Produk Makanan dan Minuman AS