Yogi, sang jantan, berusia enam tahun. Pasangannya, Jihan, sedikit lebih muda, lima tahun. Tanduk besar mereka bukan cuma untuk tampilan. Di habitat aslinya di Afrika Timur, struktur itu membantu mengatur suhu tubuh mereka.
Di sisi lain, komitmen Ragunan memang jelas: menghadirkan satwa unik dengan kesejahteraan terjamin. Semua itu dibungkus dengan pesan konservasi yang ingin disampaikan ke masyarakat.
"Kami harap kehadiran watusi ini seperti kado Tahun Baru buat pengunjung," tambah Wahyudi.
Terutama di momen libur Nataru ini, dia berharap pengalaman wisata yang ditawarkan tidak sekadar rekreasi, tapi juga memberi pengetahuan. Jadi, ada nilai lebih yang dibawa pulang.
Artikel Terkait
GB KEK di Pulau Poto Bintan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Jawab Isu Stagnasi
KPK Sita Belasan Juta Dolar AS di Safe House Kasus Suap Bea Cukai
Rem Blong, Truk Batu Gamping Terguling di Tanjakan Pok Cucak Gunungkidul
Cuaca Ekstrem Tewaskan 45 Orang di Afghanistan dan Pakistan