jelas Tuahta.
Dua kontainer tambahan dari relawan itu, terangnya, tidak tercatat dalam pengetahuan Pemprov Sumut. Nah, di sinilah persoalan muncul kendala administrasi dengan PT Pelni pun tak terhindarkan. Saat ini, pihaknya sedang berupaya mempertemukan semua pihak untuk mencari jalan keluar.
"Kami mencoba menghubungi relawan Malang yang masih ada di Medan atau perwakilannya. Karena mereka sudah di Aceh Tamiang. Kami juga sedang rapat bersama PT Pelni agar masalah dapat segera selesai dan bantuan dapat disalurkan,"
tutupnya.
Jadi, sederhananya, ada selisih data yang bikin prosesnya tersendat. Bantuan itu sendiri sudah ada di Medan, tinggal menunggu urusan teknis dan biaya yang dibicarakan rampung agar kiriman segera sampai ke tangan yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Takluk 0-1 dari Bulgaria, Gagal Juara FIFA Series 2026
Iran Siap Hadapi Invasi AS, Ancaman Pasukan Jadi Santapan Hiu di Teluk Persia
Megawati Instruksikan PDIP Beri Penghormatan Terbaik untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Polda Metro Jaya Tangani Kasus Jasad Pria Dikubur 3 Meter di Cikeas