Heboh di media sosial soal bantuan dari relawan Malang yang katanya macet di Pelabuhan Belawan, Medan. Intinya, dua kontainer berisi sumbangan warga Jawa Timur untuk korban banjir Aceh Tamiang itu belum bisa keluar. Penyebabnya? Masalah biaya administrasi dengan PT Pelni.
Dika, perwakilan dari relawan Malang Bersatu-Gimbal Alas Indonesia, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Alih-alih bisa langsung diambil dan diteruskan, bantuan itu malah dipindahkan ke gudang milik BPBD Sumatera Utara.
"Kami ini sukarelawan, semua gotong royong. Harusnya bantuan dipermudah agar cepat sampai ke Aceh Tamiang,"
ungkap Dika dalam sebuah video yang kini viral.
Namun begitu, cerita dari pihak berwenang ternyata berbeda. Kepala BPBD Sumut, Tuahta Saragih, membantah keras isu 'penahanan' bantuan tersebut. Menurutnya, ini semua berawal dari miskomunikasi antar lembaga.
"Jadi pengiriman bantuan itu digabungkan bersama bantuan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 10 kontainer. Sementara ketika sampai di Medan jumlahnya 12 kontainer,"
Artikel Terkait
Iran Siap Hadapi Invasi AS, Ancaman Pasukan Jadi Santapan Hiu di Teluk Persia
Megawati Instruksikan PDIP Beri Penghormatan Terbaik untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Polda Metro Jaya Tangani Kasus Jasad Pria Dikubur 3 Meter di Cikeas
KPK Tetapkan Dua Pengusaha Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji