Bantuan untuk korban bencana di tiga provinsi Sumatera terus mengalir. Kementerian Sosial melaporkan, hingga Senin (29/11) kemarin, total nilai bantuan tanggap darurat yang sudah disalurkan telah menembus angka Rp 100,4 miliar lebih. Angka yang tidak kecil, tentu saja.
Rinciannya datang langsung dari Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo. Dalam konferensi pers di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ia membeberkan detail penyaluran dana segitu besarnya.
"Total bantuan penanganan tanggap darurat untuk Sumatera yang sudah tersalur mencapai Rp 100,484 miliar," ujar Agus.
Bantuan itu bentuknya beragam. Mulai dari bahan lauk pauk, perlengkapan keluarga atau family kit, kebutuhan anak-anak, sampai dukungan logistik untuk 42 dapur umum yang beroperasi di lokasi bencana.
Kalau dirinci per provinsi, Aceh mendapat bagian terbesar, yaitu sekitar Rp 43,6 miliar. Menyusul Sumatera Utara dengan Rp 37,4 miliar, dan Sumatera Barat sebesar Rp 19,4 miliar.
Di sisi lain, ada juga santunan khusus untuk keluarga yang kehilangan anggota. Santunan sebesar Rp 15 juta per korban meninggal ini telah diberikan kepada 86 ahli waris.
"Total santunan untuk korban meninggal yang sudah cair adalah Rp 1,29 miliar," jelas Agus Jabo.
Penyalurannya mencakup Kabupaten Pidie (2 orang), Pidie Jaya (30 orang), dan Kota Sibolga (54 orang). Menurut rencana, untuk korban di Kabupaten Padang Panjang akan segera menyusul.
Prosesnya sendiri bergerak cepat. Agus menegaskan, begitu data dari pemda dan BNPB diverifikasi dan masuk, pencairan dana santunan akan segera diproses tanpa menunggu lama.
"Jadi, setiap data yang sudah diverifikasi oleh Bupati, Wali Kota, dan BNPB, langsung kami tindaklanjuti untuk pencairannya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Persebaya Tumbang dari Bhayangkara, Rekor 13 Laga Tak Terkalahkan Terhenti
Pemerintah Alihkan Fokus Ketahanan Pangan dari Beras ke Perikanan
Menteri AS Kritik Kinerja PBB, Sebut Tak Berperan dalam Perang Gaza
Kuasa Hukum Ungkap Sopir Inara Rusli Diduga Ambil dan Jual Data CCTV