Partai Gerindra ternyata angkat bicara soal wacana pemilihan kepala daerah. Kali ini, mereka mendukung skema pilkada yang digelar lewat DPRD. Alasannya sederhana: menurut mereka, cara ini jauh lebih efisien ketimbang sistem langsung yang selama ini berjalan.
Sekjen partai, Sugiono, secara terbuka menyatakan dukungan itu dalam sebuah keterangan pers, Senin lalu.
Bagi Sugiono, efisiensi itu terlihat dari banyak sisi. Mulai dari proses pencarian calon, mekanisme pemungutan suara, sampai yang paling krusial: soal anggaran. Dia punya data yang cukup mencengangkan.
Dia bilang, dana hibah APBD untuk pilkada 2015 saja hampir menyentuh Rp7 triliun. Angka itu melonjak drastis, dan pada 2024 bahkan tembus lebih dari Rp37 triliun. Jumlah yang fantastis.
Tak cuma anggaran negara yang membengkak. Ongkos politik untuk para calon sendiri juga jadi sorotan. Sugiono menyebut biaya kampanye yang 'prohibitif' alias sangat mahal, sehingga justru menghalangi figur-figur kompeten untuk maju.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off