Sepanjang tahun 2025, Polda Riau berhasil melumpuhkan tiga bandar narkoba dengan cara yang cukup telak: menyita aset mereka. Nilainya? Mencapai puluhan miliar rupiah, hasil dari tindak pidana pencucian uang yang mereka lakukan.
Strategi ini sengaja diambil. Menurut Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, tujuan utamanya adalah memotong urat nadi ekonomi para sindikat. Dengan cara ini, kekuatan mereka untuk mengendalikan peredaran narkoba bahkan dari balik jeruji bisa dipatahkan.
"Langkah ini adalah bentuk komitmen kami bahwa penanganan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya, tetapi harus sampai pada akar ekonominya. Kita sasar harta kekayaan yang bersumber dari hasil kejahatan narkotika untuk memberikan efek jera yang maksimal," tegas Irjen Herry Heryawan, Senin (29/12/2025).
Ia menegaskan, pihaknya akan terus bertindak tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Bagi Herry, ini lebih dari sekadar tugas rutin; ini soal menyelamatkan generasi.
"Ini bukan sekadar angka. Di balik setiap pengungkapan ada generasi yang kita selamatkan," tegasnya lagi.
Memang, angka yang tercatat sepanjang tahun ini cukup mencengangkan. Polda Riau dan jajarannya berhasil mengungkap 2.487 perkara narkoba. Jumlah itu naik sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Lalu, terkait tersangka, ada 3.618 orang yang diamankan. Artinya, terjadi kenaikan hampir 9 persen. Peredarannya makin marak, begitu pula upaya penindakannya.
Barang bukti yang berhasil diamankan pun jumlahnya fantastis. Mulai dari sabu ratusan kilogram, ekstasi ratusan ribu butir, ganja, heroin, hingga happy water. Kalau dihitung harganya, nilainya mencapai Rp 892 miliar. Sebuah angka yang menggambarkan betapa besarnya bisnis hitam ini dan upaya keras untuk memberantasnya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Soroti Data Disabilitas: 17,8 Juta Jiwa, Akses Pendidikan dan Kerja Masih Terbatas
MKMK Jelaskan Mekanisme Penentuan Hakim Konstitusi Mundur dari Perkara
Operasi Pekat Jaya 2026: 937 Pelaku Kriminal Diamankan Polda Metro Jaya
Gus Ipul Kerahkan 30 Ribu Pendamping PKH untuk Cek Ulang 11 Juta Penerima BPJS PBI