"Istana saja, tanggal 29 Desember sekitar 1.000 orang. Puncaknya tanggal 30 Desember 10 ribu motor," ujar Said Iqbal pada Minggu (28/12).
Ia menegaskan bahwa dari awal, KSPI tidak berencana melakukan demonstrasi di gedung DPR. Fokusnya satu: Istana.
"Memang dari awal rencana aksi hanya di istana," katanya.
Namun begitu, aksi di jalan bukan satu-satunya langkah yang diambil. Said Iqbal menyatakan, pihaknya juga akan membawa persoalan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang ditetapkan sebesar Rp 5,7 juta itu ke meja hijau. Mereka berencana melayangkan gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara.
"KSPI aksi dan ke PTUN juga," pungkasnya.
Jadi, selain hiruk-pikuk di jalanan, perjuangan lewat jalur hukum pun akan ditempuh. Suasana di Jakarta pun dipastikan akan tetap panas dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Melalui Pakistan Berjalan Sangat Baik
Ganjil-Genap Kembali Berlaku di Jakarta Usai Libur Lebaran
Arus Balik Liburan Picu Kemacetan Parah di Sejumlah Ruas Tol Jakarta
Iran Sebut Serangan AS-Israel Sebabkan Pemadaman Listrik Besar di Teheran