Malam Tahun Baru Jakarta 2026: Drone dan Doa Gantikan Kembang Api

- Senin, 29 Desember 2025 | 08:25 WIB
Malam Tahun Baru Jakarta 2026: Drone dan Doa Gantikan Kembang Api

Jakarta Tanpa Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

Malam pergantian tahun di Jakarta tahun depan bakal terasa berbeda. Tidak akan ada dentuman dan cahaya warna-warni kembang api menghiasi langit Ibu Kota. Meski begitu, bukan berarti malam itu akan sepi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan sejumlah hiburan pengganti untuk warganya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan ada delapan panggung hiburan yang akan tersebar di sejumlah titik. Lokasinya membentang dari FX Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), hingga ke kawasan Kota Tua.

“Kita membangun delapan panggung, dari mulai GBK di FX sampai ke Kota Tua,” ujar Rano.

Ia menambahkan, “Nah, d'Masiv ada di mana, teman-teman yang lain ada di mana. Pokoknya kalau memang memerlukan informasi itu, silakan bergabung pada waktu GR (gladi resik).”

Pernyataan itu disampaikannya di PAM Jaya Corporate Learning, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu (28/12/2025).

Lalu, apa yang menggantikan kembang api? Rano Karno menjelaskan, tradisi menyalakan kembang api akan diganti dengan doa bersama yang melibatkan pemuka lintas agama. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana di berbagai daerah.

“Kami mengabarkan kepada masyarakat Jakarta bahwa tahun ini, tahun baru kita tidak kita meriahkan dengan kembang api,” katanya.

“Tapi tidak mengurangi rasa juga bahagia, kita adakan drone. Drone cukup banyak, cukup besar, dengan transisi,” jelas Rano mengenai pertunjukan teknologi yang akan memeriahkan langit Jakarta.

Menjelang hari-H, Pemprov DKI akan menggelar gladi resik besar-besaran. Rencananya, gladi resik ini digelar selama dua hari, tanggal 30 dan 31 Desember, dengan durasi yang panjang.

“Nah, teman-teman sekalian saja saya mau kasih tahu, tanggal 30 dan 31 kita akan GR. Saya akan ada di lapangan dari pagi sampai malam,” ucap Rano.

Ia merinci, “Kita GR tanggal 30 dari pagi sampai jam 22.00 WIB, karena pihak hotel sekitar sana berharap jam 10 ke atas tidak ada kegiatan. Nah, artinya GR dilakukan dua hari, dari pagi sampai sore.”

Jadi, meski tanpa kembang api, suasana perayaan di Jakarta dijamin tetap meriah. Warga bisa menikmati konser musik langsung dan pertunjukan drone yang tak kalah spektakuler.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar