Kekerasan yang Menyasar Mata
Bukannya berhenti pada adu argumen, pelaku justru menggunakan ponsel itu sebagai senjata. Bertubi-tubi, ia menghantamkan benda keras itu ke wajah istrinya. Sasaran utamanya adalah mata kiri korban. Tak cukup sampai di situ, pukulan dengan tangan kosong dan injakan ke paha turut menyertai penganiayaan itu. AA jelas tak berdaya.
Di sisi lain, proses hukum sudah bergulir. Pelaku, yang merupakan suami korban, kini telah diamankan polisi. Ia menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap di balik tindak kekejaman ini. Sementara korban, selain mendapat penanganan medis, juga menerima pendampingan dari pihak kepolisian untuk memulihkan trauma fisik dan psikisnya.
Kasus KDRT ini kembali mencoreng wajah rumah tangga. Sebuah persoalan sepele soal gawai, berakhir di meja operasi dan sel tahanan. Sungguh ironis.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Kemnaker Tegaskan Aturan Kerja di Hari Libur dan Hak Upah Lembur Pekerja
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran
UNTR Gelar Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun untuk Dukung Stabilitas Pasar