Kantor KSOP Labuan Bajo mengonfirmasi, salah satu korban hilang adalah Martin Carreras Fernando, pelatih untuk Tim B Wanita Valencia CF. Bukan cuma dia, tiga anaknya yang ikut dalam perjalanan itu juga turut hilang: Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.
"Tiga orang penumpang dievakuasi oleh kapal Nepton dan empat orang dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Sedangkan, empat orang WNA asal Spanyol masih dalam pencarian," jelas Fathur Rahman pada Sabtu (27/12).
Gelombang Tinggi yang Tiba-tiba
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi malam itu? Penjelasan datang dari Stephanus Risdiyanto, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo. Menurutnya, kapal diduga dihantam oleh swell, atau gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba.
"Ketinggian gelombang yang terjadi di lapangan adalah swell atau gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba antara 2-3 meter dan terjadi dalam periode yang singkat," kata Stephanus pada Minggu (28/12).
Kondisi cuaca ekstrem itulah yang diduga menjadi penyebab utama kapal karam. Gelombang setinggi itu, datang dalam sekejap, juga sempat menyulitkan upaya pencarian di jam-jam pertama setelah kejadian. Hingga kini, tim gabungan tetap berusaha menelusuri perairan untuk menemukan keempat korban yang masih hilang.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Beberkan Oknum Internal Bawa Kembali Vendor Bermasalah Penyebab Gangguan Coretax
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di SUGBK
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Kerja Sama Strategis dengan Kaisar dan PM
Arus Balik Lebaran, Kemacetan 5 Kilometer Paralyze Jalur Pantura Cirebon