Kabut tipis masih menyelimuti perbukitan di Korong Asam Pulau, Padang Pariaman, ketika Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo tiba di lokasi huntara. Kunjungan kerjanya kali ini fokus meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Hal pertama yang dia periksa adalah dapur umum yang digerakkan oleh Bhayangkari.
Di sana, aktivitas sudah ramai. Para relawan sibuk menyiapkan hidangan untuk para pengungsi. Aroma rendang yang menggugah selera menyeruak dari kuali-kuali besar. Dapur ini, menurut Dedi, adalah bukti nyata kepedulian. Bukan cuma sekadar simbol, tapi upaya konkret memastikan perut warga yang sedang susah ini tetap terisi.
"Dapur umum Bhayangkari dan Randurlap ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dan keluarga besar Bhayangkari," ujar Dedi Prasetyo.
Dia menambahkan, tujuan utamanya sederhana: memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung. Di sisi lain, kendaraan dapur lapangan atau Randurlap Polri juga sudah siap siaga di lokasi, memperkuat kapasitas penyediaan makanan bagi mereka yang paling membutuhkan.
Namun begitu, urusan perut bukan satu-satunya perhatian. Setelah berbincang dengan warga dan melihat kondisi hunian sementara, Dedi beralih ke agenda lain yang tak kalah penting. Di sebuah titik di area huntara, dia berdiri di depan sebuah sumur bor yang baru saja selesai dibangun.
"Bismillahirrahmanirrahim," ucapnya, sembari menekan tombol simbolis untuk mengoperasikan pompa.
Momen peresmian itu berlangsung khidmat. "Peresmian sumur bor untuk huntara di Asam Pulau, Kayu Tanam, semoga berkah dan insyaallah bermanfaat bagi seluruh masyarakat," imbuhnya kemudian.
Bagi Dedi, penyediaan air bersih ini adalah hal mendasar. Bahkan, dia menyebutnya sebagai kebutuhan utama yang harus diprioritaskan. Terutama bagi keluarga-keluarga yang masih bertahan di hunian darurat, akses air bersih yang layak bisa mengubah banyak hal. "Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan akses itu berjalan berkelanjutan," tegasnya.
Kegiatan ini sebenarnya adalah bagian dari rangkaian panjang upaya pemulihan pascabencana di Padang Pariaman. Sebelumnya, bantuan logistik dan layanan kesehatan juga sudah digelar. Respon masyarakat setempat terasa hangat. Mereka berharap dukungan seperti ini tak hanya meringankan beban sesaat, tapi juga jadi pemacu semangat untuk bangkit kembali, perlahan-lahan menyusun kehidupan yang sempat porak-poranda.
Artikel Terkait
Permahi: MKMK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Hakim MK Usulan DPR
Angin Kencang Cabut Atap Stadion Pakansari, Tak Ada Korban Jiwa
Korban Kasus Bahar bin Smith Kecewa, Desak Polisi Segera Lakukan Penahanan
Roy Suryo Tunjukkan Dua Salinan Ijazah Jokowi dengan Perbedaan Fisik