Begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Pihak militer mengungkapkan bahwa pelaku adalah tentara cadangan. Tak main-main, mereka langsung menghentikan kedinasan sang tentara dan menyita senjatanya. Tindakan itu, kata mereka, adalah pelanggaran berat yang jauh melenceng dari wewenang.
Di sisi lain, kabar dari media Israel menyebutkan si pelaku kini dikenai tahanan rumah. Sementara itu, laporan Reuters pada Sabtu mengonfirmasi langkah disipliner yang telah diambil.
Kejadian ini tentu saja menambah panjang daftar kekerasan di wilayah pendudukan. Nuansa narasinya sungguh muram: ibadah yang seharusnya damai, berakhir dengan kekerasan. Ritme ketegangan di tanah itu memang tak pernah benar-benar reda.
Artikel Terkait
Trump Berganti Sikap: Dari Minta Bantuan NATO hingga Ancaman Serbu Iran
Bentrokan Antarwarga di Halmahera Tengah Tewaskan Dua Orang
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM