Klaim terbaru datang dari Moskow. Rusia mengumumkan telah menguasai dua kota lagi di Ukraina bagian timur, yakni Myrnograd dan Guliaipole. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kremlin, yang menyebut Putin telah mendapat laporan dari komando militernya.
Tak berhenti di situ, Presiden Vladimir Putin juga mengeluarkan pernyataan keras. Ia seolah memberi ultimatum kepada Kyiv.
"Kalau pihak berwenang di Kyiv nggak mau menyelesaikan masalah ini secara damai, ya kami yang akan selesaikan. Semua masalah akan kami tuntaskan dengan cara militer,"
begitu kata Putin, seperti dilaporkan AFP, Minggu lalu. Komentarnya itu disiarkan langsung di televisi.
Menurutnya, serangan di kedua wilayah front itu berhasil meningkatkan tekanan terhadap tentara Ukraina. Situasinya makin runyam.
Myrnograd sendiri letaknya di wilayah Donetsk, tak jauh dari Pokrovsk. Yang menarik, Pokrovsk ini adalah pusat logistik utama yang sebelumnya juga sudah diklaim direbut Rusia awal bulan Desember. Jadi, klaim ini seperti melanjutkan narasi kemajuan mereka di daerah itu.
Di sisi lain, Guliaipole punya cerita berbeda. Kota ini berada di bagian timur Zaporizhzhia, area di mana kemajuan Rusia sebenarnya lebih lambat dan jarang. Tapi, dalam beberapa bulan terakhir, serangan di sana memang meningkat pesat. Perubahan ini jelas menimbulkan kekhawatiran baru.
Pengumuman kemajuan teritorial ini muncul di waktu yang cukup sensitif. Pasalnya, hanya sehari setelahnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan terbang ke Amerika Serikat. Dia akan bertemu dengan Donald Trump untuk membahas berbagai rencana guna menghentikan pertempuran. Momentumnya jadi makin tegang.
Artikel Terkait
Longsor dan Banjir Bandang di Bandung Barat, Relokasi Jadi Solusi Utama
Tiga Unit Kerja Kementerian Kebudayaan Raih Penghargaan Zona Integritas WBK
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Dubes Rusia Bahas Patung Chairil Anwar hingga Kerja Sama Arsip
Dua Siswi SD di Lombok Barat Dampingi Psikolog Usai Batal Nikah dan Mogok Sekolah