Zelensky mengungkapkan, sekitar 500 drone dan 40 rudal menghujani Kyiv serta wilayah sekitarnya. Ia mempertanyakan itikad Rusia yang di satu sisi terlibat pembicaraan, tapi di sisi lain terus melancarkan serangan.
"Perwakilan Rusia terlibat dalam pembicaraan panjang, tetapi pada kenyataannya, Kinzhal dan 'Shahed' yang berbicara untuk mereka," ujarnya, menyebut rudal balistik dan drone yang kerap digunakan pasukan Kremlin.
"Mereka berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk menyebabkan Ukraina menderita lebih banyak lagi. Dan tidak hanya pada kami, tekanan mereka juga ditujukan ke negara lain di seluruh dunia."
Sebelumnya, pihak Rusia punya narasi berbeda. Mereka menuding Kyiv dan sekutu-sekutu Eropanyalah yang berupaya "menggagalkan" rencana gencatan senjata yang dimediasi oleh AS. Jadi, saling tuduh terus berlanjut, sementara di tanah Ukraina, warga sekali lagi harus berjibaku dengan kegelapan dan ketakutan.
Artikel Terkait
Polres Bogor Bongkar Praktik Oplosan Gas Subsidi, Rugikan Negara Rp13,2 Miliar per Bulan
Kapolda Riau Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla di Tengah Ancaman Super El Nino
Aldi Taher Ungkap Peran Al-Quran dalam Perjuangan Sembuh dari Kanker
Sekretaris Kabinet Silaturahmi dan Bahas Perkembangan Terkini dengan Wapres Gibran