Namun begitu, ancaman Saudi ini sepertinya belum bikin gentar kelompok separatis STC. Sehari sebelumnya, tepatnya Jumat, mereka sudah mengeluarkan peringatan. Intinya, mereka tetap akan bertahan meski serangan udara Saudi menghantam posisi mereka. Ini jadi eskalasi terbaru sejak mereka mulai merebut wilayah bulan lalu.
Soal serangan terakhir itu, kabar baiknya belum ada laporan korban jiwa. Tapi dampak politiknya sudah terasa.
Gerakan STC, yang didukung Uni Emirat Arab, memang lagi agresif belakangan ini. Mereka punya cita-cita menghidupkan lagi negara Yaman Selatan yang dulu merdeka. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka berhasil menguasai sejumlah wilayah, dan ini bikin banyak pihak memperhatikan.
Menurut pengamatan para ahli, keberhasilan STC ini ibarat tamparan untuk Arab Saudi. Sebagai kekuatan regional dominan dan pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui dunia, situasi ini jelas mempermalukan. Peta kekuatan di Yaman kembali berubah, dan Saudi harus memikirkan langkah berikutnya.
Artikel Terkait
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik
Iran Ancam Serang Microsoft hingga Boeing, Balas Dendam atas Tewasnya Pejabat Tinggi