Heboh di media sosial! Sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kediri, Jawa Timur, tiba-tiba jadi perbincangan hangat. Bukan karena wujudnya yang gagah, justru sebaliknya. Banyak netizen yang mengolok, menyebut bentuknya lebih mirip kuda nil atau bahkan zebra. Lucu, ya?
Meski begitu, viralnya patung itu justru mendatangkan berkah tersendiri. Warga sekitar mengaku ramai dikunjungi orang. Mereka datang dari berbagai penjuru, tak cuma dari Kediri, tapi juga dari kota-kota lain seperti Surabaya. Tujuannya cuma satu: melihat langsung dan berfoto dengan patung kontroversial itu.
“Sengaja datang kepengen lihat patung macan putih viral,” ujar Feracrus, salah satu pengunjung.
Dia rela menempuh perjalanan ngebut pakai motor selama kurang lebih tiga setengah jam. Demi apa? Demi sekadar melihat ikon desa yang jadi buah bibir itu.
Lantas, bagaimana cerita patung ini bisa ada? Menurut Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, patung itu dibangun sebagai ikon desa. Inspirasinya berasal dari legenda lokal yang diyakini turun-temurun. Konon, macan putih dianggap sebagai penjaga atau pelindung desa mereka.
Di sisi lain, Safi’i sendiri sebenarnya tahu soal komentar miring netizen. Tapi dia memilih bersikap santai. Alih-alih tersinggung, dia justru mengapresiasi semua perhatian yang datang. Baginya, ini bisa jadi bahan evaluasi yang berharga ke depannya.
Jadi, meski bentuknya dikritik, patung itu toh berhasil menarik perhatian banyak orang. Desa yang tadinya sepi, kini ramai oleh kedatangan orang-orang penasaran. Siapa sangka, sebuah patung yang dianggap ‘gagal’ justru membawa suasana baru.
Artikel Terkait
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Riau dan Kepri
Yaqut Cholil Qoumas Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel Atas Penetapan Tersangka KPK
Banjir dan Longsor Rendam Dua Desa di Bogor, 68 Rumah Terdampak
Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai 70 Persen, 11 Wilayah Masih Jadi Perhatian Khusus