Namun begitu diperiksa, K membantah keras. Dia mengaku tidak tahu-menahu soal email itu. "Saya tidak pernah mengirimkan ancaman seperti itu," katanya.
Penyelidikan kemudian berbelok. Polisi mendalami orang-orang terdekat K. Dan akhirnya, sorotan jatuh kepada HRR, mantan pacar K tersebut. Dia yang kemudian diamankan.
Di hadapan penyidik, HRR akhirnya mengaku. Motifnya sederhana, tapi keliru: dia kesal karena lamarannya ditolak oleh K. Rasa jengkel itu lalu diekspresikan dengan cara yang salah, dengan mengirimkan teror menggunakan akun sang mantan.
Dia menceritakan aksinya dengan polos. Menurut pengakuannya, itu dilakukan semata-mata karena emosi yang tak terbendung.
Artikel Terkait
Pertamina Pastikan Harga BBM Tak Berubah Sepanjang April 2026
KPK Perpanjang Masa Tahanan Yaqut Cholil Qoumas
Anak 5 Tahun Diserang Anjing Liar di Polewali Mandar, Satu Ekor Ditembak Warga
Karyawan Baru di Surabaya Curi Barang Toko Donat Belum Sehari Bekerja