Sore ini, sistem satu arah di kawasan Puncak, Bogor, akhirnya dicabut. Situasinya? Padat merayap di sekitar Simpang Gadog. Kendaraan yang hendak menuju puncak terpantau mengantre panjang, bergerak pelan, didominasi oleh mobil pribadi. Penyempitan jalan jadi biang keladi antrean yang mengular itu.
Namun begitu, suasana sangat berbeda di jalur sebaliknya. Lalu lintas menuju Jakarta justru terpantau ramai lancar. Kendaraan bisa melaju dengan cukup lengang, baik yang menuju Tol Jagorawi maupun ke arah Ciawi.
Sebelumnya, sistem satu arah memang sengaja diterapkan dari Puncak menuju Jakarta. Tujuannya jelas: memprioritaskan arus kendaraan yang turun.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, menjelaskan alasannya.
"Siang hari ini kami prioritaskan kendaraan dari Puncak menuju Jakarta, sistem satu arah turun. Situasi lalu lintas naik mulai berkurang, dan kami lebih antisipasi kendaraan yang pulang ke Jakarta," ujar Ardian.
Ia menyebut, data dari Gerbang Tol Ciawi per pukul 12.00 WIB menunjukkan penurunan kendaraan yang menuju Puncak. Lonjakan terjadi pagi tadi, dengan 2.900 kendaraan tercatat keluar tol pada pukul 07.00 WIB. Angka itu terus turun: 2.700 pada pukul 08.00, dan tinggal 2.400 kendaraan pada pukul 11.00.
Penerapan satu arah, menurutnya, penting untuk mengurai kepadatan arus turun ke Jakarta. Faktornya beragam, salah satunya bersamaan dengan jam checkout hotel dan vila di kawasan tersebut.
"Tingkat okupansi hotel di Puncak hari ini sudah mencapai 54 persen. Bandingkan dengan tiga hari kemarin yang maksimal hanya 40 persen. Jadi memang terjadi peningkatan yang signifikan," tuturnya.
Artikel Terkait
Xpeng Soroti Dominasi AI di IIMS 2026, Geser Fokus dari Tenaga ke Komputasi
Mensesneg Serukan Peran Pers Sebagai Pilar Kemajuan Bangsa di HPN 2026
Kemendagri Tegaskan Pentingnya Sinkronisasi RTRW Daerah dengan Kebijakan Nasional
Bareskrim Usut Kasus Investasi DSI, Tiga Petinggi Perusahaan Jadi Tersangka