Pertemuan di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari, Jumat lalu, membawa kabar mengejutkan. Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, ternyata berniat memaafkan sebagian besar dari mereka yang melaporkannya terkait isu ijazah palsu. Kabar ini datang dari Willem Frans Ansanay, Ketua Barisan Relawan Jalan Perubahan, usai bertemu langsung dengan mantan presiden tersebut.
“Kami ngobrol soal orang-orang yang terus mengaduk-aduk situasi negara dengan isu ijazah Pak Jokowi,” ujar Willem, menirukan pembicaraan mereka.
“Lalu kami tanya, apakah semua yang 12 nama itu akan dimaafkan?”
Namun begitu, rupanya tidak semua akan dibebaskan dari tuntutan. Willem menyebut ada tiga nama yang justru tidak mendapat pengampunan dari Jokowi. Menurut penuturannya, ketiganya dinilai sudah melampaui batas dalam menyebarkan tudingan.
“Tapi ada tiga nama yang terlalu ekstrem. Mereka ini nggak pernah mau terima fakta kalau ijazah beliau itu sah, dan tindakan-tindakannya, setelah dicek dengan pasal-pasal hukum yang berlapis, itu yang akan Pak Jokowi teruskan,” jelas Willem.
“Pasti kalian sudah bisa nebak siapa orangnya,” tambahnya, tanpa menyebutkan identitas lebih lanjut.
Artikel Terkait
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik
Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan Lereng Muria, Identitas Masih Misterius
Komisi Eropa Salurkan Bantuan Tambahan 2 Juta Euro untuk Krisis Kuba
Komnas HAM Siap Panggil Empat Oknum TNI Tersangka Kasus Penyiraian Andrie Yunus