KPK kembali akan memanggil Ridwan Kamil. Mantan Gubernur Jawa Barat itu bakal dipertanyakan lagi, kali ini menyangkut aset-asetnya yang diduga tak tercatat dalam LHKPN.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi rencana itu. "Tentu nanti masih akan dilakukan pendalaman terkait dengan dugaan aset-aset yang tidak dilaporkan di LHKPN," ujarnya di Gedung KPK, Rabu lalu.
Menurut Budi, penelusuran ini masih berkaitan dengan kasus pengadaan iklan Bank BJB. Aset-aset yang dimaksud, kata dia, tersebar di beberapa lokasi seperti Bandung dan sekitarnya. Bentuknya? Tempat usaha.
"Ya, di antaranya ada beberapa tempat-tempat usaha begitu ya yang dimiliki oleh pak RK," sebut Budi.
Di sisi lain, dia menegaskan bahwa setiap harta penyelenggara negara wajib dilaporkan. Pemeriksaan ini, dalam ranah penindakan, berangkat dari dugaan korupsi iklan BJB itu sendiri. "Ini sumber perolehannya dari mana saja," tambahnya, menekankan bahwa penyidik sudah mendeteksi sejumlah aset tidak bergerak milik RK yang tak dilaporkan.
Sebelumnya, Ridwan Kamil sudah pernah diperiksa sebagai saksi pada awal Desember. Saat keluar dari gedung KPK, dia justru terlihat lega.
"Ya jadi pertama saya sangat bahagia karena ini momen yang ditunggu-tunggu, berbulan-bulan ingin melakukan klarifikasi kan ya. Nah, hari ini saya sudah melakukan klarifikasi sebagai penghormatan pribadi pada supremasi hukum, tanggung jawab sebagai warga negara, memberikan keterangan seluas-luasnya," kata RK kala itu.
Kasus yang mendasari semua ini memang rumit. KPK sudah menetapkan lima tersangka, mulai dari eks Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi hingga beberapa pihak swasta. Mereka diduga menyebabkan kerugian negara yang tak main-main: sekitar Rp 222 miliar.
Uang sebesar itu, menurut dugaan KPK, mengalir untuk memenuhi kebutuhan di luar anggaran. Dan kini, jejak aliran dana itu membawa penyidik menelusuri kepemilikan aset Ridwan Kamil. Perkembangannya patut ditunggu.
Artikel Terkait
Pemuda Tewas Dibacok Kenalan di Banjaran, Pelaku Ditangkap Kurang dari 5 Jam
DSN-MUI Terbitkan Fatwa Syariah untuk Usaha Bulion dan Investasi Emas
Prabowo Tegaskan Realisme dan Tata Kelola Kunci Indonesia Jadi Negara Maju
Presiden Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit