MURIANETWORK.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa Indonesia menjadi negara maju, namun dengan pendekatan yang realistis dan penuh perhitungan. Pernyataan ini disampaikan dalam sarasehan ekonomi "Indonesia Economic Outlook 2026" di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat (14 Februari 2026). Menurutnya, pencapaian tersebut membutuhkan waktu dan pembenahan tata kelola, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam, untuk kemakmuran rakyat.
Realisme dalam Mengejar Status Negara Maju
Dalam pidatonya, Prabowo mengakui ambisi besar Indonesia sekaligus menekankan pentingnya kesadaran akan jarak yang harus ditempuh. Dia mengingatkan bahwa banyak negara maju telah berabad-abad membangun fondasi teknologi dan industrinya. Oleh karena itu, meski cita-citanya tinggi, langkah yang diambil harus tetap berpijak pada kenyataan.
"Kita ingin menjadi negara maju, tapi jangan kita berpretensi kita mau mencapai tingkatan yang sama dengan negara-negara yang sudah ratusan tahun sebelum kita mencapai tingkat teknologi dan industri yang sangat maju," tuturnya.
Dia melanjutkan, "Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis."
Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Rakyat
Fokus utama dari upaya pembangunan ini, menurut Presiden, terletak pada kemampuan bangsa dalam mengelola kekayaan alamnya. Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa seluruh sumber daya harus dijaga dan dimanfaatkan dengan prinsip utama: kepentingan terbesar rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off