Presiden Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit

- Jumat, 13 Februari 2026 | 21:15 WIB
Presiden Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penganugerahan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam acara peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13 Februari 2026). Penghargaan tertinggi tersebut, menurut Prabowo, merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Sigit dalam program MBG, sekaligus disampaikan dengan nada bak seorang ayah yang menghargai anaknya.

Momen Pengumuman di Tengah Acara

Pengumuman tersebut menjadi sorotan dalam acara yang juga diisi dengan pemberian tanda kehormatan kepada sejumlah pejabat lain. Sebelum berpidato, Presiden Prabowo terlebih dahulu menganugerahkan Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Suasana di lokasi acara pun terasa lebih hangat dan penuh perhatian saat Prabowo kemudian beralih membahas Kapolri.

Percakapan yang Berujung Penghargaan

Dalam pidatonya, Prabowo mengisahkan percakapan ringan namun bermakna yang terjadi sebelumnya dengan Jenderal Sigit. Rupanya, rasa penasaran Presiden terhadap tanda kehormatan yang telah diterima Kapolri menjadi pembuka dialog tersebut.

"Saya tanya, tadi saya tanya, 'Anda sudah dapat Mahaputera?'. 'Belum, belum'," ucap Prabowo, menirukan jawaban polisi berpangkat bintang empat itu.

Respons Sigit itulah yang kemudian mendorong Prabowo untuk segera memberikan kepastian. Dengan tegas, Presiden menyatakan akan menganugerahi Kapolri Bintang Mahaputera. Lebih dari sekadar penghargaan formal, Prabowo menyampaikannya dengan sentuhan personal.

Makna di Balik Penganugerahan

Pernyataan Presiden Prabowo tidak hanya menegaskan komitmen negara dalam memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada anak bangsa yang berprestasi. Dari sudut pandang pengamat protokoler dan tanda kehormatan, pemberian Bintang Mahaputera adalah pengakuan atas jasa-jasa yang dianggap sangat luar biasa dan memberikan dampak luas bagi negara. Konteks percakapan yang dibagikan oleh Prabowo juga memberikan gambaran tentang dinamika hubungan atasan-bawahan yang kental dengan nuansa penghargaan dan rasa keluarga, sesuatu yang kerap ditemui dalam lapangan saat menilai budaya kerja di institusi tertentu.

Meski diungkapkan dengan gaya yang akrab, keputusan ini tentu melalui pertimbangan yang matang, mengingat Bintang Mahaputera adalah tanda kehormatan yang memiliki nilai historis dan prestisius tinggi dalam sistem penghargaan nasional. Rencana penganugerahan ini pun dipastikan akan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana lazimnya pemberian tanda kehormatan negara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar