Kasus pembunuhan anak politikus PKS, Maman Suherman, di Cilegon masih menyisakan teka-teki. Mayat korban ditemukan bersimbah darah di dalam rumah mewahnya di kawasan BBS 3. Saat ini, penyidik mengaku menghadapi kendala yang cukup serius.
Rupanya, sistem pengawasan di rumah itu tak berfungsi. CCTV-nya sudah mati sejak lama.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, mengonfirmasi hal ini. Ia menjelaskan situasinya saat dikonfirmasi Rabu lalu.
"Kita masih berpegang pada praduga tak bersalah. Kendala utamanya, di rumah itu benar-benar tidak ada CCTV yang aktif. Baik di lantai dua tempat kejadian, lantai satu, halaman, sampai depan rumah, semuanya mati," ujar Yoga.
Menurut penelusuran polisi, kamera-kamera itu sudah rusak jauh sebelum peristiwa nahas terjadi. Pengecekan fisik dan keterangan dari pemilik rumah sendiri menguatkan fakta tersebut. CCTV di berbagai sudut properti itu sudah tidak beroperasi.
"Sudah kita cek, ternyata tidak aktif sejak 2023. Jadi bukan didirusak saat kejadian. Keterangan saksi, dalam hal ini pemilik rumah, menyebut CCTV itu sudah lama mati," jelasnya lebih lanjut.
Kondisi ini tentu mempersulit kerja penyidik. Tanpa rekaman visual, alur kejadian menjadi samar. Akhirnya, polisi mengambil langkah lain: memperluas area pemeriksaan.
Mereka kini menyisir rumah-rumah tetangga korban. Harapannya, ada kamera dari properti lain yang merekam aktivas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.
"Itu yang sedang kita garap sekarang. Memperluas area, menyisir rumah tetangga. Warga juga cukup kooperatif memberikan informasi dan akses CCTV mereka. Pengecekan kita perluas ke sekitarnya," pungkas Yoga.
Jalan penyelidikan pun terpaksa mengambil cara berliku, mengandalkan titik-titik pengawasan di luar episentrum kejahatan. Semuanya berharap ada secercah petunjuk yang tersimpan di sana.
Artikel Terkait
Korlantas Siapkan Antisipasi Komprehensif untuk Arus Mudik Idul Fitri 2026
DPD RI Terima Laporan Pelanggaran HAM di Papua Pegunungan dari Amnesty International
Polisi Sydney Bubarkan Aksi Tolak Kunjungan Presiden Israel dengan Gas Air Mata dan Semprotan Merica
Pengacara Bantah Virgoun Suruh Sopir Akses CCTV Rumah Inara Rusli