Granat Apresiasi Polisi Gagalkan Jaringan Narkoba Rp 60 Miliar Jelang DWP Bali

- Rabu, 24 Desember 2025 | 09:35 WIB
Granat Apresiasi Polisi Gagalkan Jaringan Narkoba Rp 60 Miliar Jelang DWP Bali

Menjelang gelaran Djakarta Warehouse Project di Bali, polisi ternyata sudah bergerak. Bareskrim berhasil membongkar jaringan narkoba yang mengincar acara itu. Nilainya fantastis, mencapai Rp 60 miliar. Gerakan Nasional Anti Narkotika, atau Granat, langsung memberi apresiasi. Mereka menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim ini tepat sasaran.

Menurut mereka, penindakan ini fokus ke bandar dan pengedar, bukan ke pengunjung biasa. Itu yang dipuji.

"Penegakan hukum kali ini sangat tepat sasaran," kata Ketua DPP Granat, Henry Yosodiningrat, Rabu (24/12/2025).

"Karena menyasar para bandar dan pengedar narkoba, bukan pengunjung lintas negara atau orang-orang yang menikmati acara konser tersebut."

Henry melihat ini sebagai bukti profesionalisme aparat. Keberanian mereka, katanya, melindungi masyarakat, terutama anak muda, dari kehancuran narkoba. Dia berharap momen ini jadi pijakan untuk sinergi yang lebih kuat. Antara polisi, intelijen, dan elemen masyarakat seperti Granat di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, dari pihak Bareskrim, Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan alasan kewaspadaan mereka. Event DWP di GWK Cultural Park itu dihadiri sekitar 25 ribu orang. Mobilitas tinggi, pengunjungnya dari berbagai negara. Situasi yang rawan.

"Sangat berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan narkoba," jelas Eko Hadi, Senin (22/12).

"Kalau sampai tersebar, tentu akan menjadi penilaian buruk bagi negara kita di mata dunia internasional."

Karena itu, langkah pencegahan diambil jauh hari. Bareskrim bersama Bea Cukai Bali Nusra melakukan penyelidikan. Hasilnya, mereka menggagalkan rencana peredaran narkoba itu tepat sebelum acara dimulai. Operasi digelar pada 9-14 Desember 2025.

Yang menarik, penangkapan dilakukan di luar arena DWP. Jadi benar-benar mengupas jaringan dari hulunya. Total 17 tersangka diamankan, dan pengembangan berlanjut hingga tanggal 18 Desember dengan menangkap seorang warga negara asal Peru bernama Marco Alejandro Cueva Arce.

Eko Hadi menegaskan, operasi ini bagian dari komitmen Polri. Juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Katanya, Polri tidak tebang pilih.

Para tersangka yang diamankan antara lain Gusliadi, Ardi Alfayat, Donna Fabiola, dan sejumlah nama lainnya. Barang bukti yang disita pun sangat banyak. Mulai dari sabu puluhan kilogram, ekstasi, ketamin, kokain, hingga ganja dan pil Happy Five.

Jadi, meski pesta musik besar itu berlangsung meriah, di balik layar ada upaya keras mencegahnya dari noda narkoba. Upaya yang, setidaknya untuk kali ini, berhasil mengamankan pintu sebelum barang haram itu masuk.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar