"Kalau sampai tersebar, tentu akan menjadi penilaian buruk bagi negara kita di mata dunia internasional."
Karena itu, langkah pencegahan diambil jauh hari. Bareskrim bersama Bea Cukai Bali Nusra melakukan penyelidikan. Hasilnya, mereka menggagalkan rencana peredaran narkoba itu tepat sebelum acara dimulai. Operasi digelar pada 9-14 Desember 2025.
Yang menarik, penangkapan dilakukan di luar arena DWP. Jadi benar-benar mengupas jaringan dari hulunya. Total 17 tersangka diamankan, dan pengembangan berlanjut hingga tanggal 18 Desember dengan menangkap seorang warga negara asal Peru bernama Marco Alejandro Cueva Arce.
Eko Hadi menegaskan, operasi ini bagian dari komitmen Polri. Juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Katanya, Polri tidak tebang pilih.
Para tersangka yang diamankan antara lain Gusliadi, Ardi Alfayat, Donna Fabiola, dan sejumlah nama lainnya. Barang bukti yang disita pun sangat banyak. Mulai dari sabu puluhan kilogram, ekstasi, ketamin, kokain, hingga ganja dan pil Happy Five.
Jadi, meski pesta musik besar itu berlangsung meriah, di balik layar ada upaya keras mencegahnya dari noda narkoba. Upaya yang, setidaknya untuk kali ini, berhasil mengamankan pintu sebelum barang haram itu masuk.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Spesifikasi vivo X300 Ultra Bocor: Snapdragon 8 Elite dan Kamera Ganda 200MP
Kosovo Tumbangkan Slovakia 4-3 dalam Drama Semifinal Kualifikasi Piala Dunia
Kosovo Kalahkan Slovakia 4-3, Siap Hadapi Turki di Final Kualifikasi Piala Dunia