Menteri Ferry Tantang Koperasi Pangalengan: Lompat dari Susu Segar ke Pabrik UHT

- Rabu, 24 Desember 2025 | 08:35 WIB
Menteri Ferry Tantang Koperasi Pangalengan: Lompat dari Susu Segar ke Pabrik UHT

Kunjungan kerja Menteri Koperasi Ferry Juliantono ke Pangalengan, Bandung, beberapa waktu lalu, membawa angin segar bagi peternak sapi perah. Di hadapan pengurus dan anggota Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Ferry menyampaikan harapan besarnya: koperasi ini harus naik kelas. Bukan cuma bertahan dengan susu pasteurisasi, tapi melompat ke produksi susu UHT melalui Industri Pengolahan Susu (IPS).

“Kalau koperasi bisa bangun industri pengolahan susu, produk susu dari peternak kita akan terserap lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Ferry, langkah ini penting. Selama ini, industri pengolahan di dalam negeri masih banyak bergantung pada bahan baku impor, khususnya susu bubuk skim. Padahal, aturan yang dulu membolehkannya, katanya, sudah tak berlaku lagi. Situasi ini, jika dibiarkan, dinilainya bisa mematikan usaha peternak lokal.

“Saya pastikan impor susu bubuk skim akan kita larang. Karena itu akan mematikan para peternak sapi perah,” tegas Ferry dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/12/2025).

Dia punya alasan kuat. Larangan impor, diyakininya, harus diiringi dengan kesiapan produksi dalam negeri. Itu sebabnya, selain mendorong KPBS masuk sektor IPS, Ferry juga mendukung penuh upaya peningkatan populasi sapi perah. Dengan pasokan lokal yang melimpah, ketergantungan pada bahan baku impor otomatis terhambat.

“Kita akan dukung program pemerintah untuk menambah populasi sapi perah. Lalu, advokasi untuk menghambat susu bubuk skim impor juga akan kita perkuat,” jelasnya.

Namun begitu, tantangannya nyata. Perusahaan swasta sudah lebih dulu menguasai pasar. Ferry tak memungkiri hal itu. Justru, dia mendorong koperasi untuk berani bersaing, bahkan sampai ke level memproduksi susu bubuk sendiri. Baginya, ini soal kemandirian dan keadilan.

“Kita jangan mau kalah bersaing dengan yang punya swasta. Agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Pesan itu jelas. Masa depan peternakan sapi perah lokal, kata Ferry, ada di tangan koperasi yang berani berinovasi dan mandiri.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar