Gubernur Jakarta, Pramono Anung, punya pesan jelas: waktunya bersiap. Suatu hari nanti, status ibu kota negara ini bisa saja pindah. Lalu apa yang terjadi dengan Jakarta?
Menurut Pram begitu ia biasa disapa itu justru jadi momentum. "Kalau Jakarta tak lagi jadi ibu kota, kita harus naikkan standar. Benchmark-nya harus setara kota-kota besar dunia," ujarnya.
Ia tak sekadar bicara. Saat ini, posisi Jakarta ada di peringkat 71 dalam Global Cities Index. Targetnya ambisius: masuk 50 besar pada 2030. Bukan perkara mudah, tentu saja.
Di sisi lain, banyak PR menumpuk. Untuk meraih target itu, sejumlah sektor krusial butuh perhatian serius. Angka kemiskinan harus ditekan. Lalu, infrastruktur, pendidikan, transportasi, dan pariwisata juga perlu sentuhan signifikan. Semuanya saling terkait.
Lantas, bagaimana strategi konkretnya? Pramono Anung punya sejumlah langkah. Simak langsung penjelasannya.
Artikel Terkait
Survei: 95,5% Warga Jabar Puas dengan Dedi Mulyadi, Pengamat Ingatkan Bahaya Kultus
Prancis Buka Penyidikan Pembunuhan atas Aktivis Kanan Tewas dalam Kerusuhan Lyon
BPKN Desak Produsen Tarik Galon Plastik Tua yang Berpotensi Bahaya
Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka Siap Sambut Ramadan dengan Persiapan Menyeluruh