Operasi gabungan Bareskrim Polri berhasil menggagalkan rencana peredaran narkoba yang mengincar festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) di Bali. Belasan tersangka jaringan pengedar diamankan, mencegah barang haram itu beredar di tengah ribuan pengunjung.
Festival itu sendiri digelar di GWK Cultural Park, Denpasar, pada 12-14 Desember 2025. Menurut data, acara yang ramai itu dihadiri sekitar 25.000 orang. Namun, jauh sebelum panggung musik dibuka, aparat sudah bergerak.
Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, menjelaskan alasan operasi pencegahan ini. Menurutnya, event berskala internasional seperti DWP selalu jadi magnet sekaligus target empuk bagi sindikat narkoba.
"Kegiatan ini punya mobilitas tinggi dan dihadiri pengunjung lintas negara. Potensial banget dimanfaatkan jaringan narkoba yang menyasar wisatawan dan penonton konser," ujar Eko Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/12).
Dia melanjutkan, andai peredaran gelap itu berhasil, tentu akan mencoreng nama Indonesia di mata dunia. Langkah tegas ini, tegasnya, adalah wujud komitmen Polri menjaga keamanan sekaligus citra bangsa.
Operasi gabungan dengan Bea Cukai Kantor Wilayah Bali, NTB, dan NTT itu digelar mulai 9 Desember 2025. Jadi, penangkapan dilakukan sebelum DWP bahkan dimulai. Hasilnya, 17 tersangka berhasil diamankan, termasuk satu orang Warga Negara Asing.
"Penangkapan kami lakukan di luar lokasi DWP, sebelum event digelar. Pengembangan kemudian berlanjut hingga acara selesai," jelas Brigjen Eko.
Tim gabungan yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Awaludin Amin itu bergerak dengan taktik penyamaran. Mereka menyelidiki jaringan yang berencana menyusupkan narkoba ke dalam festival.
Nama-nama tersangka yang ditangkap antara lain Gusliadi, Ardi Alfayat, Donna Fabiola, hingga Marco Alejandro Cueva Arce sebagai WNA. Mereka diamankan di beberapa titik berbeda di Bali sepanjang 9 hingga 14 Desember.
Dari sisi lokasi, ini menarik. Semua penangkapan sengaja dilakukan di luar area konser. Strategi ini jelas untuk mencegah kekacauan dan kepanikan massal saat event berlangsung. Di sisi lain, ini menunjukkan kerja intelijen yang cukup matang sebelum eksekusi.
Jadi, meski pesta musik berlangsung meriah, di balik layar ada drama penegakan hukum yang tak kalah seru. Rencana sindikat digagalkan total, dan puluhan ribu pengunjung bisa bernapas lega menikmati musik tanpa ancaman barang haram.
Artikel Terkait
Jakarta Gelar Taste of Australia, Chef Callum Hann Pererat Hubungan Kuliner
43 Lubang di Flyover Ciputat Picu Kecelakaan, Dua Titik Dinilai Kritis
HSR Wheels Luncurkan Logo Baru Berkarakter Indonesia Banget di IIMS 2026
Anak 11 Tahun Asal Bima Raih Juara I MTQ Internasional di Irak