Bentrokan yang kembali berkobar bulan ini benar-benar telah menghancurkan gencatan senjata sebelumnya. Korban jiwa terus berjatuhan. Data dari para pejabat menyebut sedikitnya 23 orang tewas di Thailand dan 20 orang di Kamboja. Lebih dari 900.000 orang lainnya terpaksa mengungsi di kedua sisi perbatasan. Situasinya sungguh memilukan.
Di sisi lain, rencana perundingan justru sudah diumumkan. Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyampaikannya usai pertemuan di Kuala Lumpur dengan para mitra ASEAN, termasuk perwakilan dari Kamboja.
Sihasak mengatakan kepada wartawan bahwa diskusi akan diadakan pada Rabu (24/12) di Chanthaburi, Thailand selatan.
Pertemuan itu akan digelar dalam kerangka komite perbatasan bilateral yang sudah ada.
Menanggapi hal ini, Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan mereka mencatat persiapan untuk pertemuan tersebut. Pihaknya pun disebut menyambut baik upaya-upaya regional untuk mengakhiri permusuhan. Tapi, dengan serangan udara yang baru terjadi, apakah jalan dialog ini masih bisa mulus? Semuanya jadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur
Libur Lebaran 2026 Resmi Berakhir, Aktivitas Penuh Dimulai 30 Maret
Tol Cipali Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Antisipasi Arus Balik Mudik