Eid Shawar, salah seorang penghuni, menggambarkan suasana pagi itu dengan pilu.
"Penghancuran ini merupakan tragedi bagi semua penghuni," katanya kepada AFP.
"Mereka mendobrak pintu saat kami sedang tidur. Kami hanya disuruh mengganti pakaian dan membawa surat-surat penting saja. Itu saja," ucap Shawar.
Akibatnya, keluarga besarnya yang tujuh orang itu tak punya pilihan. Mereka terpaksa tidur di dalam mobil, tanpa tahu harus pergi ke mana esok harinya.
Artikel Terkait
BMKG Ingatkan Warga Pesisir Waspada Potensi Rob 28-29 Maret 2026
Minibus Tabrak 4 Motor di PIK, 2 Tewas dan 7 Luka-Luka
Arus Balik H+2 Lebaran Picu Sistem Satu Arah 9 Jam di Jalur Puncak
Harga Emas Pegadaian Anjlom Signifikan, Emas 1 Gram Turun Rp71 Ribu