Di Dusun Sibalanga Julu, Tapanuli Utara, kini terlihat aktivitas baru. Pasca banjir dan longsor yang melanda, BNPB akhirnya mulai membangun hunian sementara untuk para korban. Lahan seluas empat hektare itu sudah bersih, siap untuk didirikan puluhan unit rumah.
Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, rencananya akan ada 40 huntara yang dibangun di lokasi tersebut. Prosesnya sendiri sudah dimulai sejak Jumat lalu.
"Sampai hari Minggu kemarin, lahannya sudah siap. Bahkan satu unit huntara sudah hampir rampung, tinggal 25% lagi,"
kata Muhari dalam rilis tertulisnya, Senin (22/12/2025).
Yang menarik, hunian ini nantinya tidak cuma sementara. BNPB punya konsep 'rumah tumbuh'. Artinya, huntara ini bisa dikembangkan lagi oleh warga menjadi hunian tetap nantinya. Jadi, ini bukan sekadar solusi darurat, tapi punya perspektif jangka panjang.
Setiap keluarga akan mendapat lahan 6x6 meter. Bangunan huntaranya sendiri berukuran 4x6 meter, dibangun dengan teknologi RISHAM rumah instan yang dijamin sehat dan aman. Desainnya sederhana tapi fungsional: ada satu kamar tidur, ruang utama, plus kamar mandi lengkap dengan septic tank. Untuk kekuatannya, rangka beton bertulang jadi pilihan.
Target BNPB cukup jelas. Mereka berharap tahap pertama pembangunan ini tuntas dalam waktu lima minggu. Jika semua berjalan sesuai rencana, warga yang kehilangan tempat tinggal bisa mulai menempati rumah baru mereka pada Januari 2026 mendatang. Sebuah harapan baru, setelah musibah yang datang tiba-tiba.
Artikel Terkait
Sekjen DPD RI Tekankan Meritokrasi dalam Pelantikan Lima Pejabat Tinggi
Pemerintah Batam Sambut Positif Roadshow Pendidikan dan Budaya AS
KPK Tangkap Dua Hakim PN Depok, Cermati Pola Suap Sengketa Lahan di Kawasan Wisata
Menteri Luar Negeri: Dewan Perdamaian Gaza Belum Ambil Aksi Nyata