“Kami berterima kasih kepada panitia,” balas Martuasah, mewakili seluruh aparat gabungan.
Ia menilai kerjasama dengan panitia sangat baik dan ikut menentukan kelancaran. Menurutnya, acara semacam ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa.
“Membawa berkah bagi kedamaian bangsa,” ucapnya, yakin bahwa kegiatan itu juga mempertebal keimanan jamaahnya.
Rangkaian acaranya sendiri padat. Setelah pembacaan Yasin dan Tawasul, dilanjutkan dengan asmaul husna dan salawat. Ada juga tausiyah yang mengisi malam. Menariknya, sebelum semua itu, lantunan Indonesia Raya berkumandang sebagai pembuka, menegaskan semangat nasionalisme di antara ritual keagamaan.
Kehadiran sejumlah habib dan ulama ternama turut menyemarakkan. Di antaranya, Habib Ali Zaenal Alaydrus, Habib Ali Uraidiy bin Sayyidil Walid Al Habib Hasan Assegaf, hingga Habib Abdullah Al Athas dan Habib Bagir Alaydrus. Bahkan, ada pula ulama yang datang dari jauh, Assayid Syeikh Amar Jailani dari Gaza, Palestina, yang kehadirannya menambah kekhusyukan acara.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS
Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Mobil Pemadam di Bandara LaGuardia, Penerbangan Ditutup