Bandara Internasional Benito Juarez di Mexico City mendadak jadi sorotan Jumat lalu. Seorang pilot, yang sudah duduk di kokpit, menolak untuk menerbangkan pesawatnya. Alih-alih mempersiapkan lepas landas, ia justru mengunci diri di dalamnya. Aksi ini ternyata sebuah protes keras. Gajinya telat dibayar, katanya, sudah berbulan-bulan.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung tegang. Para penumpang sudah naik dan duduk di kabin, menunggu pesawat bergerak. Tapi yang mereka dengar justru suara pilot yang menyapa lewat pengeras suara. Suaranya terdengar jelas, penuh tekanan.
"Pesawat ini tidak akan berangkat sampai mereka membayar utang mereka pada kami,"
Begitu kira-kira ucapannya, seperti terekam dalam sebuah video yang kemudian viral. Media lokal seperti Reforma pun ramai memberitakannya. Kabarnya, pilot itu mengaku belum menerima gaji selama lima bulan. Bahkan tunjangan perjalanannya pun masih tertahan. Nama maskapai yang mempekerjakannya sengaja tidak disebut-sebut.
Di sisi lain, kantor berita AFP mengaku belum bisa memastikan keaslian video yang beredar di media sosial itu. Tapi narasi yang terdengar cukup menyentuh.
"Saya merasa kasihan kepada Anda semuanya, karena Anda tidak pantas mengalami hal ini,"
Tambahan pilot itu kepada penumpang yang jelas-jelas jadi korban keadaan. Bayangkan saja, mereka terjebak di situasi yang tak pernah diduga. Antara marah dan iba, mungkin.
Insiden ini akhirnya berhasil mereda tanpa penerbangan yang dilakukan. Namun, ia menyisakan gambaran nyata tentang gejolak industri penerbangan. Sebuah protes dramatis yang membuat ratusan penumpang terhenti, hanya karena sebuah hak dasar yang tak dipenuhi: dibayar tepat waktu.
Artikel Terkait
Bareskrim Amankan Lima Orang dalam Peredaran Gelap Cytotec di Bogor
Megawati Bangga Jadi Juri, NU-Muhammadiyah Raih Penghargaan Perdamaian Global
Ribuan Lubang Menganga, Anggota DPRD Soroti Kerapuhan Jalan Jakarta Pascabanjir
Andre Rosiade Dorong Trase Baru Tol Padang-Pekanbaru Lewat Belakang Gunung Marapi