Di sisi lain, Albanese juga berkomitmen untuk merevisi undang-undang senjata yang ada. Aturan yang berlaku saat ini dinilai terlalu longgar, karena memungkinkan Sajid memiliki hingga enam pucuk senapan berdaya tembak tinggi. Sebuah jumlah yang dianggap tidak wajar untuk warga biasa.
“Coba pikirkan,” ujar Albanese dengan nada frustrasi, “apa alasannya seorang yang tinggal di pinggiran kota Sydney perlu menyimpan senjata sebanyak itu?”
Mekanisme programnya sendiri cukup sederhana. Otoritas akan membayar kompensasi kepada pemilik senjata yang bersedia menyerahkan senjatanya terutama yang dianggap berlebih. Langkah ini diharapkan bisa mencegah terulangnya kekerasan serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Serangan
Herdman Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Elkan Baggott Kembali
Warga Pantai Indah Kapuk Antre Berjam-jam Demi Silaturahmi dengan Presiden di Istana
Iran Buka Pintu Negosiasi untuk Kapal Jepang dan Korea Selatan di Selat Hormuz