Suasana di posko pengungsian SD Negeri 05 Kayu Pasak, Palembayan, Agam, kemarin siang, tiba-tiba riuh. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi bencana banjir dan longsor itu berlangsung cair, bahkan diselingi canda. Alih-alih langsung berpidato, Prabowo justru memulai dengan sebuah interaksi ringan bersama para pengungsi yang ditemuinya.
Dia menanyakan nama-nama menteri yang ikut dalam rombongannya. “Kenal Menteri ESDM? Siapa namanya?” tanya Prabowo.
“Pak Bahlil,” sahut beberapa pengungsi.
Lalu, dia pun memperkenalkan satu per satu. Mulai dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Saat sampai pada nama Sjafrie, Prabowo kembali bertanya, “Ada menteri pertahanan. Kenal menteri pertahanan?”
Yang mengejutkan, jawaban benar justru datang dari seorang anak laki-laki.
“Kelas 2 SMA? Pinter juga kau ya. Tahu kenal nama semua pejabat ini,” puji Prabowo, terlihat kagum.
Rupanya, anak itu punya cita-cita yang berkaitan. “Mau jadi tentara?” tebak Prabowo. Setelah mendengar konfirmasi, dia tertawa. “Pantesan hafal nama menteri pertahanan.”
Tak berhenti di situ, Prabowo langsung memfasilitasi. “Minta petunjuk sama beliau (Sjafrie),” katanya pada anak tersebut. Lalu, berbalik ke Sjafrie dengan nada bersahabat, “Kau ngerti kan kasih petunjuk? Petunjuk, kasih dong petunjuk.”
Momen lain yang memecah tawa adalah saat memperkenalkan Sekretaris Kabinet. “Siapa? Mayor Teddy? Salah. Udah naik pangkat, Letkol,” ucap Prabowo, yang langsung disambut gelak dan tepuk tangan warga.
Di sisi lain, rombongan yang mendampingi Presiden dalam peninjauan ini memang cukup lengkap. Selain para pejabat yang disebutkan tadi, turut hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, dan Kepala BNPB Letjen Suharyanto.
Dari unsur daerah, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakilnya Vasko Ruseimy juga ada di lokasi. Kehadiran Wakil Ketua Komisi VI DPR sekaligus Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, turut melengkapi daftar panjang pejabat yang turun langsung melihat kondisi pengungsian.
Kunjungan ini, meski singkat, terasa lebih seperti sebuah percakapan daripada inspeksi formal. Nuansanya santai, penuh kejutan, dan sesekali diwarnai humor. Sebuah pendekatan yang barangkali dimaksudkan untuk meringankan beban sesaat warga yang sedang tertimpa musibah.
Artikel Terkait
Bareskrim Amankan Lima Orang dalam Peredaran Gelap Cytotec di Bogor
Megawati Bangga Jadi Juri, NU-Muhammadiyah Raih Penghargaan Perdamaian Global
Ribuan Lubang Menganga, Anggota DPRD Soroti Kerapuhan Jalan Jakarta Pascabanjir
Andre Rosiade Dorong Trase Baru Tol Padang-Pekanbaru Lewat Belakang Gunung Marapi