Pernyataan presiden soal ini disampaikan sehari sebelumnya, saat ia bertemu para kepala daerah se-Papua di Istana Negara.
"Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua. Di samping itu kita ujungnya nanti daerah-daerah yang sulit kita harus dengan menggunakan tenaga surya atau tenaga air," kata Prabowo.
Ia lalu merinci, "Teknologi tenaga surya sekarang sudah semakin murah dan ini bisa untuk mencapai daerah-daerah terpencil, juga tenaga hidro sekarang ada hidro-hidro yang mini yang bisa juga dipakai di daerah yang terpencil. Ini semua adalah supaya ada kemandirian tiap daerah. Kalau ada tenaga surya dan tenaga air tidak perlu kirim-kirim BBM mahal-mahal dari daerah-daerah lain."
Selain energi terbarukan, Prabowo melihat potensi besar dari perkebunan. Ia membayangkan Papua ditanami kelapa sawit untuk biodiesel, plus tanaman lain seperti tebu dan singkong untuk produksi etanol. Targetnya cukup jelas: dalam lima tahun ke depan, semua daerah diharapkan sudah mandiri energi.
"Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun Semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi," ujarnya.
Kalau rencana ini berjalan mulus, dampak ekonominya bakal signifikan. Prabowo menyebut Indonesia bisa menghemat ratusan triliun rupiah. Bahkan, impor BBM dari negara lain lambat laun bisa dihentikan. Mimpi yang besar, tapi tantangannya di lapangan jelas tidak kecil.
Artikel Terkait
Rakornas 2026 di Sentul: Kunci Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas
Kisah Penculikan Bocah Bekasi Berakhir di Atas Bus Bandung-Merak
DPR Apresiasi Langkah Cepat Danantara Bangun Huntara untuk Korban Bencana Sumbar
BPKB Digital Resmi Hadir, Cek Data Kendaraan Cukup dari Ponsel