Nelayan Pandeglang Terdesak, Siap Paksa Melaut di Tengah Cuaca Ekstrem

- Selasa, 16 Desember 2025 | 20:45 WIB
Nelayan Pandeglang Terdesak, Siap Paksa Melaut di Tengah Cuaca Ekstrem

Sudah dua pekan lamanya, cuaca tak bersahabat masih terus menggulung perairan Pandeglang. Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa para nelayan mengurung perahunya di pinggir pantai. Mau tak mau, mereka pun harus berhenti melaut.

Ruyadinata, seorang nelayan dari Sumur, mengaku situasi ini benar-benar menyulitkan. "Nggak bisa melaut karena cuaca ekstrem," ujarnya, Selasa lalu.

Dua minggu tanpa melaut artinya dua minggu tanpa pemasukan. Bagi Ruyadinata dan kawan-kawannya, dampaknya langsung terasa ke dapur. "Susah buat menutupi kebutuhan sehari-hari," keluhnya. Tekanan ekonomi itu bahkan memunculkan niat nekat. Jika cuaca buruk berkepanjangan, ia terpaksa mempertimbangkan untuk memaksakan diri ke laut. "Bisa maksa kelaut," katanya lirih, demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, pihak berwenang membenarkan kondisi sulit ini. Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Uun Junandar, mengakui cuaca ekstrem masih melanda dan sangat mengganggu aktivitas para pencari ikan.

"Iya bener banyak nelayan yang nggak melaut karena cuaca lagi ekstrem," kata Uun.

Namun begitu, ia menyebut pemerintah tidak tinggal diam. Sudah ada upaya bantuan yang digulirkan, meski belum merata. "Upaya-upayanya kemarin kami sudah bagikan bantuan dari provinsi Banten berupa beras 10 kilogram untuk nelayan," jelasnya.

Sayangnya, bantuan itu belum menjangkau semua orang. Menurut Uun, baru nelayan di beberapa wilayah seperti Sumur, Labuan, Cikeusik, Panimbang, dan Carita yang menerimanya. "Memang belum tercover semua," akunya. "Kita kan dapat bantuannya nggak semua dari provinsi juga. Cuman kabupaten Pandeglang yang paling besar."

Menyikapi rencana nelayan yang terdesak untuk memaksakan diri, Uun mengimbau agar hal itu dihindari. Keselamatan jiwa, katanya, harus jadi prioritas. Pihaknya berencana mengedarkan surat imbauan resmi. "Untuk surat imbauan nanti kita buatkan di medsos dan kita bagikan juga ke tiap-tiap TPI," pungkas Uun.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar