Sudah dua pekan lamanya, cuaca tak bersahabat masih terus menggulung perairan Pandeglang. Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa para nelayan mengurung perahunya di pinggir pantai. Mau tak mau, mereka pun harus berhenti melaut.
Ruyadinata, seorang nelayan dari Sumur, mengaku situasi ini benar-benar menyulitkan. "Nggak bisa melaut karena cuaca ekstrem," ujarnya, Selasa lalu.
Dua minggu tanpa melaut artinya dua minggu tanpa pemasukan. Bagi Ruyadinata dan kawan-kawannya, dampaknya langsung terasa ke dapur. "Susah buat menutupi kebutuhan sehari-hari," keluhnya. Tekanan ekonomi itu bahkan memunculkan niat nekat. Jika cuaca buruk berkepanjangan, ia terpaksa mempertimbangkan untuk memaksakan diri ke laut. "Bisa maksa kelaut," katanya lirih, demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Di sisi lain, pihak berwenang membenarkan kondisi sulit ini. Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Uun Junandar, mengakui cuaca ekstrem masih melanda dan sangat mengganggu aktivitas para pencari ikan.
Artikel Terkait
Polisi Tutup Kasus Kematian Lula Lahfah: Tak Ada Unsur Pidana
Operasi Pekat Jaya 2026 Bubarkan Balap Liar dan Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur
Porsche Cayenne Pakai Plat Palsu Kemhan, Sopir Bukan Pegawai Negara
BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Empat Pesawat Siaga Hadapi Puncak Hujan