Pernyataan itu diamini oleh Alexander Kamyshin, salah satu penasihat Presiden Zelensky. Dengan nada percaya diri, ia menyebut momen ini bersejarah.
Menurutnya, inilah untuk pertama kalinya sebuah drone bawah laut berhasil menetralisir kapal selam.
Namun begitu, tanggapan dari Moskow justru berbanding terbalik. Otoritas Rusia mengakui memang ada serangan yang terjadi di Novorossiysk pelabuhan yang diyakini banyak digunakan untuk memindahkan aset angkatan laut mereka agar aman dari serangan Ukraina. Tapi mereka membantah keras klaim kerusakan itu.
Kata mereka, kapal selam mereka baik-baik saja. Tidak ada kerusakan berarti.
Jadi, kita punya dua narasi yang bertolak belakang dari satu peristiwa yang sama. Di satu sisi, Ukraina merayakan keberhasilan teknologi dan taktik baru yang spektakuler. Di sisi lain, Rusia mencoba meredamnya dengan menyangkal dampak serangan tersebut. Kebenaran di lapangan mungkin berada di suatu tempat di antara kedua klaim itu, tetapi satu hal yang pasti: perang di Laut Hitam memasuki babak baru yang semakin rumit dan tak terduga.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Pembersihan Pasar Modal, Saham Gorengan Jadi Sasaran
Presiden Prabowo Kirim Pesan Langsung ke Pasar: Jangan Panik, Fondasi Kita Kuat
Guncangan di OJK: Empat Pucuk Pimpinan Serentak Mengundurkan Diri
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI