BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang yang Guncang Jakarta

- Selasa, 16 Desember 2025 | 06:50 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang yang Guncang Jakarta

Jakarta belakangan ini diguncang angin kencang yang cukup mengkhawatirkan. Pohon tumbang, aktivitas warga terganggu. Lantas, apa penyebabnya? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) punya penjelasannya.

Menurut Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, angin yang menerjang Ibu Kota ini erat kaitannya dengan puncak musim hujan.

"Desember ini memang periode puncak hujan untuk wilayah barat Indonesia," ujarnya, Selasa (16/12/2025).

"Nah, kombinasi antara hujan deras, awan konvektif yang tebal, dan perbedaan tekanan udara yang signifikan bisa memicu angin kencang," sambung Guswanto menerangkan.

Di sisi lain, faktor dinamika atmosfer juga turut berperan. BMKG sendiri sudah mencatat dan memprediksi potensi cuaca buruk ini. Mereka memperkirakan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek akan berlangsung setidaknya hingga tanggal 16 Desember.

"Kami mencatat potensi itu pada 14-16 Desember 2025," katanya.

Dampaknya sudah terasa. Beberapa titik di Jakarta dilaporkan mengalami pohon tumbang. Sementara itu, di pesisir Marunda, nelayan memilih untuk tak melaut karena gelombang laut yang dinilai terlalu tinggi dan berbahaya.

Namun begitu, ini belum berakhir. Prediksi BMKG menyebutkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga sekitar tanggal 21 Desember mendatang. Setelah pertengahan bulan, intensitas angin memang diperkirakan mulai melandai. Meski begitu, waspada tetap perlu karena potensi hujan deras dan angin lokal masih mungkin muncul sampai akhir Desember.

Guswanto mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. "Kondisi ini bagian dari fenomena cuaca ekstrem di puncak musim hujan. Masih berpotensi hingga sekitar 21 Desember, jadi masyarakat diharap waspada terhadap dampaknya seperti pohon tumbang, genangan, atau gangguan aktivitas sehari-hari," imbuhnya menutup pernyataan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar