Polisi Australia dengan cepat mengidentifikasi dua tersangka. Mereka adalah seorang ayah bernama Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24). Sajid dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan polisi di tempat kejadian. Nasib berbeda menimpa putranya; Naveed terluka parah dan kini masih dirawat intensif di rumah sakit di bawah pengawasan ketat polisi.
Yang menarik, otoritas menyebut Sajid memiliki enam senjata api secara legal. Detail ini tentu menambah pertanyaan tentang bagaimana tragedi ini bisa terjadi.
Motif pastinya masih jadi tanda tanya besar dan penyelidikan terus berjalan. Namun begitu, ada satu fakta yang mencolok: penembakan terjadi tepat saat acara tahunan "Hanukkah by the Sea" digelar. Acara yang dihadiri lebih dari seribu orang dari komunitas Yahudi itu tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk.
Tak main-main, kepolisian Australia sudah menaikkan statusnya menjadi insiden teroris. Mereka juga menemukan barang bukti yang mencemaskan: sebuah dugaan peledak rakitan di dalam mobil milik pelaku yang diparkir tak jauh dari pantai. Temuan ini tentu memperkuat dugaan adanya rencana yang lebih besar di balik aksi penembakan brutal tersebut.
Artikel Terkait
Kapolri Kukuhkan Ojol Riau Sebagai Mitra Kamtibmas dan Satgas PHK
Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Mudik
Wali Kota Jakarta Barat Imbau Warga Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Mudik Lebaran 2026
Bocah 7 Tahun Terseret Arus Ditemukan Meninggal di Sungai Bendo Mongal Kediri