Dua orang pelaku penembakan di Bondi akhirnya terungkap identitasnya. Mereka adalah seorang ayah dan anaknya. Polisi Australia mengonfirmasi hal ini setelah kejadian mengerikan yang mengguncang pantai populer itu.
Dalam jumpa pers yang digelar Senin lalu, Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, memberikan sedikit penjelasan. Sang ayah, berusia 50 tahun, dikabarkan tewas setelah ditembak petugas di tempat kejadian.
"Kami yakin bahwa ada dua pelaku yang terlibat dalam insiden kemarin," tegas Lanyon.
Soal motif, dia enggan berkomentar lebih jauh. Penyidik masih bekerja keras untuk menyatukan kepingan-kepingan puzzle ini.
"Kami ingin memahami motif di balik kedua orang ini," ujarnya singkat, menekankan bahwa penyelidikan masih sangat aktif.
Anak dari pelaku, pria 24 tahun, kondisinya disebut kritis tapi stabil. Dia kini terbaring di rumah sakit. Menurut polisi, tidak ada lagi tersangka lain yang dicari. Kasus ini, bagi mereka, sudah mulai menemui titik terang.
Kejadiannya sendiri berlangsung Minggu sore. Dua pria bersenjata tiba-tiba membuka tembakan di sebuah pertemuan warga. Bukan sembarang pertemuan itu adalah perayaan Hanukkah, festival cahaya umat Yahudi. Polisi dengan cepat menyebutnya aksi teror yang ditargetkan.
Perdana Menteri Anthony Albanese tak menyembunyikan kemarahannya. Suaranya tegas mengutuk aksi itu.
"Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman -- sebuah tindakan jahat, antisemitisme, terorisme yang telah menyerang jantung bangsa kita," kata Albanese.
Dia juga punya pesan yang jelas untuk seluruh negeri. "Serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia."
Albanese tak lupa menyebut warga biasa yang berani mencegat dan melucuti salah satu pelaku sebagai "pahlawan" sejati.
Di sisi lain, penyelidikan menemukan hal yang mencemaskan. Di sebuah kendaraan dekat pantai, polisi menemukan apa yang diduga sebagai perangkat peledak rakitan. Kendaraan itu dikaitkan dengan pelaku yang tewas. Temuan ini semakin mengukuhkan status "insiden teroris" yang disematkan pada penembakan Bondi. Satu pelaku tewas, satunya lagi anak itu masih berjuang antara hidup dan mati.
Artikel Terkait
KPK Periksa Plt Bupati Cilacap sebagai Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Berjenjang
Jakarta Raih Peringkat ke-17 Infrastruktur Transportasi Terbaik Dunia, Pramono: Saingan Kita Kini Kota Global
Hari Perawat Internasional 2026: Mengenang Florence Nightingale dan Seruan Pemberdayaan Perawat Global
Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89 Persen di Awal 2026, Lampaui Rata-rata Nasional