Suasana malam Sabtu di kampus Universitas Brown tiba-tiba berubah jadi mencekam. Dentuman tembakan memecah keheningan, memicu kepanikan. Insiden mengerikan itu menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya dengan kondisi yang disebut kritis.
Peringatan darurat segera dikeluarkan. Seluruh orang di kawasan kampus diminta segera mencari tempat aman dan mengunci diri.
Wali Kota Providence, Brett Smiley, dengan suara berat mengonfirmasi korban jiwa.
Mayoritas korban adalah mahasiswa. Saat ini, sejumlah pasien masih dirawat intensif di Rumah Sakit Rhode Island akibat luka tembak.
Sophia Holman, salah seorang mahasiswi, masih merasakan gemetar saat menceritakan kejadian itu. Ia sedang mencari ruang belajar di gedung teknik ketika suara keras mengguncang.
Awalnya ia menduga suara itu berasal dari bengkel kayu kampus. Tapi semua berubah saat melihat seseorang berlari ketakutan melewatinya nalurinya langsung bekerja. Ia pun ikut berlari.
Setelah berlari sejauh satu blok, ia segera menelepon polisi. Menurutnya, respons petugas keamanan kampus terbilang cepat.
Artikel Terkait
Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026
Karyawan Freeport Indonesia Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa di Momen Ramadan
Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran
Alfamidi Antarkan 1.250 Pemudik Gratis, Tambah Rute Penerbangan ke Palembang