Katanya lagi.
Memang, dia tak merinci besaran nominal yang tepat. Namun intinya jelas: dukungan materi dan psikologis itu diharapkan bisa mengembalikan semangat mereka. Setidaknya, agar proses belajar mengajar bisa segera berdenyut lagi, meski di tenda-tenda pengungsian atau lokasi darurat.
"(Dengan adanya insentif) tenaga mereka yang masih ada tetap bisa memberikan proses pembelajaran kepada anak-anak kita di tempat-tempat darurat,"
Pungkas Satriwan. Poinnya sederhana: menjaga semangat guru sama dengan menjaga masa depan anak-anak di tengah keterpurukan.
Artikel Terkait
Jokowi Bantah Terkait Korupsi, Sebut Nama Dirinya Wajar Diseret Menteri
Spesialis Ganjal ATM Diciduk di Siantar, Modus Lem Setan dan Telepon Palsu
Gus Yaqut Kembali ke KPK, Bawa Catatan untuk Kasus Kuota Haji
Jokowi Mendarat di Makassar, Persiapan Arahan Penting untuk Kader PSI