Katanya lagi.
Memang, dia tak merinci besaran nominal yang tepat. Namun intinya jelas: dukungan materi dan psikologis itu diharapkan bisa mengembalikan semangat mereka. Setidaknya, agar proses belajar mengajar bisa segera berdenyut lagi, meski di tenda-tenda pengungsian atau lokasi darurat.
"(Dengan adanya insentif) tenaga mereka yang masih ada tetap bisa memberikan proses pembelajaran kepada anak-anak kita di tempat-tempat darurat,"
Pungkas Satriwan. Poinnya sederhana: menjaga semangat guru sama dengan menjaga masa depan anak-anak di tengah keterpurukan.
Artikel Terkait
Pria Diamankan Usai Coba Mencuri di Masjid Istiqlal Saat Iktikaf
Iran Akui Ali Larijani, Pejabat Keamanan Senior, Tewas dalam Serangan Israel
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta di Puncak Arus Mudik Lebaran
KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara untuk Libur Nyepi dan Idul Fitri