Kebakaran Maut di Cempaka Putih Diduga Bermula dari Baterai Drone

- Selasa, 09 Desember 2025 | 20:20 WIB
Kebakaran Maut di Cempaka Putih Diduga Bermula dari Baterai Drone

Asap masih mengepul di gedung di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) siang. Kebakaran hebat yang terjadi di sana telah merenggut 22 nyawa. Korban terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Pihak kepolisian kini bergerak cepat untuk mengusut penyebab pasti tragedi maut ini.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan pihaknya akan memeriksa semua pihak terkait. Tidak hanya saksi mata, pemilik gedung dan perusahaan yang menempatinya, Terra Drone, juga akan dipanggil.

"Dari Polres Jakarta Pusat juga melakukan pemeriksaan kepada semua saksi-saksi, termasuk nanti pemilik usaha maupun pemilik gedung," ujar Susatyo di lokasi kejadian.

Menurutnya, sejumlah saksi sudah mulai diperiksa. Di sisi lain, proses penyelidikan di lapangan juga langsung digelar. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri sudah turun tangan untuk mengolah TKP. Tujuannya jelas: mencari titik awal api dan pemicunya.

"Pada saat ini pula, tim Labfor Polri sudah hadir dan sudah melaksanakan olah TKP untuk menemukan sebab-sebab terjadinya kebakaran," jelasnya.

Dari keterangan awal para saksi, ada indikasi kuat bahwa sumber masalah berasal dari baterai drone. Tapi, polisi tak mau buru-buru mengambil kesimpulan. Semuanya masih perlu dikonfirmasi lewat pemeriksaan forensik yang lebih mendalam.

"Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar," kata Susatyo.

"Namun sebabnya terbakar, saat ini tim Labfor masih bekerja. Mohon waktunya agar tim Labfor bisa segera menangani dan mengetahui titik sumber api pertama dari kebakaran ini."

Kebakaran ini pertama kali dilaporkan warga ke pemadam kebakaran sekitar pukul 12.43 WIB. Api menghanguskan sebagian bangunan dengan cepat. Korban jiwa pun berjatuhan.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengonfirmasi angka korban tewas yang tragis itu di lokasi yang sama.

"Udah 22 orang yang meninggal dunia, 15 wanita dan 7 orang laki-laki," ucap Bayu.

Suasana di lokasi masih mencekam. Sementara keluarga korban berduka, penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik insiden yang memilukan ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler