Ceritanya begini: mobil bak terbuka itu membawa dua tandon air plus sejumlah bahan makanan. Saat menuruni jalan di Buket Rinyen Kameng, tiba-tiba rem tak berfungsi. Pengemudi, Bakri, berusaha mengendalikan kendaraan yang meluncur tak terkendali. Tapi upayanya gagal. Mobil akhirnya terperosok ke dalam parit di sisi kiri jalan.
“Dua korban meninggal di tempat. Yang luka berat langsung dievakuasi ke RSUD Zubir Mahmud di Idi,”
jelas Kapolres Irwan.
Di sisi lain, polisi mengingatkan para relawan lain agar lebih berhati-hati. Kondisi jalan pascabanjir seringkali licin dan tidak menentu. Cuaca pun belum sepenuhnya stabil.
“Kami imbau untuk selalu utamakan keselamatan. Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, patuhi aturan, dan jangan memaksakan diri jika kondisi fisik lelah,”
tutup Irwan Kurniadi. Imbauan yang terdengar sederhana, namun nyatanya sangat krusial di tengah semangat membantu sesama ini.
Artikel Terkait
Menhub Prediksi Puncak Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan 18-19 Maret
Pria Diamankan Usai Coba Mencuri di Masjid Istiqlal Saat Iktikaf
Iran Akui Ali Larijani, Pejabat Keamanan Senior, Tewas dalam Serangan Israel
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta di Puncak Arus Mudik Lebaran